Review Surga yang Tak Dirindukan


Beberapa waktu lalu, ajakan saya berhasil meluruhkan hati pak suami untuk menonton film Surga Yang Tak Dirindukan. Film based on novel penulis ternama Asma Nadia dengan judul yang sama.

Dari awal pak suami sudah terlebih dahulu meledek dengan kata-kata “Nanti didalem pasti nenk bilang gini : akang jangan gitu yaaaa… :p “
Wkkwwk..udah hafal aja doi kalo istrinya yang gampang mewek apalagi lihat film drama dan terbawa suasana haru bagai dirinya yang berperan :D
Cerita film ini saya ketahui dalam buku Asma Nadia yang berjudul Rumah Kedua, sudah di bayangkan membacanya saja saya sudah berurai air mata.

Yess, seperti dalam sinopsisnya bahwa film ini yaitu film yang menceritakan kisah cinta pada pandangan pertama antara Arini dan Pras yang berjalan begitu indah. Pernikahan yang kemudian terwujud mendatangkan kebahagiaan lain dengan hadirnya buah hati mereka Nadia.
Namun, cerita yang tak ada pernah terbayangkan dalam dongeng Arini bahwa suatu hari suaminya Pras menolong Mei Rose, seorang perempuan yang berusaha bunuh diri.
Kemudian pernikahan kedua itu terjadi, Pras bergelut dengan batinnya yang pasti akan menyakiti Arini.
Arini, istri Pras yang akhirnya mengetahui pernikahan kedua suaminya dengan Mei Rose berontak. Menunjukkan sikap kewajaran perempuan jika dalam posisi seperti itu. Bayangan keindahan surga yang tak lagi dirindukannya.
Dongeng indah yang di bangun bersama suami, terpaksa di renggut untuk menghidupkan dongeng perempuan lain.

Ketika Arini berusaha ikhlas, namun Mei Rose sadar jika kehadirannya malah membuat semuanya kacau. Dan ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan cerita yang di bangun diatas kebahagian oranglain.
Mungkin, cerita telah selesai. Namun hati yang tergorek luka, takkan pernah lupa.

===========================================

Ibu-ibu pembaca, siapkah ibu-ibu jika ada dalam posisi Arini?
Posisi dimana jika menjalankannya dengan ikhlas maka surga balasannya.
Ah, mengikuti kisah Arini dan Pras yang digambarkan dalam buku dan film saja hati saya sesak. Mungkin tak sanggup dengan ketegaran sosok Arini.
Menyiapkan suami ketika di panggil Allah saja yang pasti, rasanya saya belum siap.
Apalagi menyiapkan hati untuk berbagi.

Saya belum cukup berilmu agama, masih belajar dan terus belajar.  Namun, semoga pak suami menetapkan hatinya hanya untuk satu orang istri. Yaitu saya J
Supaya ia dapat berlaku adil memperoleh ridho Allah dan berkah menjalani kehidupan.

Oia, ada doa dari pak Ustadz di TV yang mengingatkan kita agar tak terlalu sombong dengan berkata, “Ah, aku takkan pernah selingkuh.”
Atau, “Pasti suamiku takkan berpaling kepada perempuan lain.”
Ingatlah bahwa syaiton selalu berupaya menjerumuskan kita pada hal-hal yang buruk, dan Allah adalah pembolak-balik hati. Nauzdubillah.
Senantiasa kita meminta Allah menjaga. Menitipkan suami kita kepada Allah ketika ia pergi bekerja, “Suamiku, aku titipkan kau pada Allah. Semoga Allah selalu melindungimu.” Insyaa Allah.
Semoga Allah selalu melindungi rumah tangga kita, dijauhkan dari hal-hal yang diluar kuasa kita. Aamiiin..aamiiin allohuma aamiin...


Wifey Stories
Chriesty

Tidak ada komentar